• TRISTIONOs Calendar

    March 2009
    M T W T F S S
    « Feb   Apr »
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    3031  
  • tYo’s File Archive

  • tYo's File Categories

  • tYo’s Music

    @import url(http://beemp3.com/player/embed.css);
    Celine Dion - The Power Of Love
    Found at bee mp3 search engine

SUPERVISI PENDIDIKAN

A. PENDAHULUAN

Kata supervisi berasal dari bahasa Inggris yang berarti ‘pegawasan’. Dari kata ini muncul kata supervisor yang artinya adalah ‘pengawas’. Dalam kaitannya dengan sekolah, muncul kata ‘school supervisor’ yang artinya ‘pengawas sekolah’ dalam hal ini adalah guru dan kepala sekolah. Dalam kamus besar bahasa Indonesia supervisi diartikan sebagai pengawasan utama, atau pengontrolan tertinggi. Sedangkan supervisi dibidang pendidikan adalah : suatu proses pembimbingan dari pihak yang berkompeten kepada dewan guru dan anggota sekolah lainnya yang menangani pendidikan di sekolah untuk memperbaiki situasi belajar mengajar dapat meningkat.

1. Perbedaan Supervisi dan Inspeksi

Perbedaan mendasar antara supervisi dan inspeksi adalah, inspeksi bertujuan memeriksa sampai seberapa jauh suatu rencana telah dilaksanakan atau apakah yang dilakukan selama ini telah sesuai dengan maksud dan tujuan yang hendak dituju. Laporan hasil inspeksi adalah berbentuk laporan kemajuan usaha dan keadaan semua unsur-unsurnya. Laporan hasil isnpeksi sering disebut dengan ‘konduite’.

Sedangkan supervisi bertujuan menemukan kemampuan dan ketidakmampuan anggota untuk memberikan bantuan kepada anggota tersebut untuk meningkatkan kemampuannya. Hasilnya adalah anggota yang mampu dalam bidang profesinya. Sasaran dari pada supervisi ditujukan kepada guru atau personil pendidikan lainnya. Sedangkan sasaran inspeksi adalah semua unsur sekolah, mulai dari murid, guru, runag belajar, alat belajar, fasilitas belajar, dll.

2. Macam-Macam Supervisi

Supervisi pendidikan ada 2 (dua) macam, yaitu ‘supervisi akademis’ dan ‘supervisi administrasi’.

  1. Supervisi Akademis : kegiatan pembimbingan yang ditujukan untuk untuk memperbaiki kondisi personil dan kondisi material yang memungkinkan terciptanya situasi belajar mengajar yang lebih baik, sehingga tujuan dari pendidikan dapat tercapai.

b. Supervisi Administrasi : pelaksanaannya hanya difokuskan pada penampilan mengajar guru (terpusat pada guru) yang meliputi aspek kemampuan mengajar guru yang terkandung di dalamnya kemampuan mengatur perencanaan pembelajaran, kemampuan mengajar materi pelajaran dan personal sosial atau pergaulan dengan siswa.


B. STRUKTUR MEKANISME SUPERVISI

Kepala Sekolah/Madrasah melakukan aktifitasnya baik itu harian, mingguan bulanan maupun tahunan dibawah bimbingan dan komando dari para pengawas pendidikan, dalam hal ini bisa saja oleh ketua yayasan atau orang yang ditunjuk sebagai tim penasehat sekolah. Kepala sekolah juga mendapatkan komando dari kepala bidang pendidikan, baik itu dari tingkat gabungan sekolah maupun dari kabupaten.

Para pengawas pendidikan dan kepala bidang pendidikan mendapatkan bimbingan dan komando kepala kantor wilayah pendidikan yang berada di provinsi. Selain itu, pengawas dan kepala bidang pendidikan dalam melakukan tugas-tugasnya diharapkan akan saling berkonsultasi, sehingga tugas-tugas yang menjadi kewajiban baik itu untuk kepala sekolah maupun pengawas dan kepala bidang pendidikan dapat diselesaikan dengan baik.


C. SUPERVISI OLEH PENGAWAS

Secara struktural para pengawas melakukan supervisi ke sekolah atas nama Kanwil dan Kepala Bidang. Tiap pengawas berwenang melaksanakan supervisi sesuai dengan banyak sekolah yang menjadi tugasnya.

Hasil supervisi disampaikan keapada Kepla Bidang Pendidikan untuk dianalisis dibantu oleh Pengawas yang bersangkutan. Pengolahaanya dilakukan terhadap yang berhubungan dengan kurikulum, ketenagaan dan sarana. Hasil pengolahan disampaikan kepada yang berkepentingan untuk ditindak lanjuti dengan tembusan kepada pengawas.


D. SUPERVISI OLEH KEPALA SEKOLAH/MADRASAH

Kepala sekolah melakukan supervisi menggunakan instrumen yang sesuai. Diantaranya ; memberikan saran-saran perbaikan masalah yang ditemukan, melaporkan temuan dan penyimpangan untuk disesuaikan sebagaimana mestinya, bertanggung jawab atas kinerja aparat sekolah, dan lain sebagainya.

Oleh : Eko Tristiono

About these ads

7 Responses

  1. wuihh,
    blog ini sangad membantu q dalam menjawab soal UAS q tadi. . .
    thankz yah. . .

  2. Kalau model2 supervisi:
    1. Supervisi Konvensional
    2. Supervisi Ilmiah
    3. Supervisi Klinis
    4. Supervisi artistik
    untuk penjabrannya sya blum bgitu faham, mohon dijelaskan!

  3. Tulisan ini memang bermutu, banyak manfaatnya. Terima kasih atas jasanya menyediakan ini scr cuma2. Allah sendiri yang membalas Anda. Arief MW-Solo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: