• TRISTIONOs Calendar

    February 2009
    M T W T F S S
    « Oct   Mar »
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    232425262728  
  • tYo’s File Archive

  • tYo's File Categories

  • tYo’s Music

    @import url(http://beemp3.com/player/embed.css);
    Celine Dion - The Power Of Love
    Found at bee mp3 search engine

ANTARA ITTIBA’ DAN TAQLID

1. I T T I B A ’
Ittiba’ menurut bahasa adalah : menurut atau mengikuti. Sedangkan menurut istilah ilmu fiqh ialah : “menerima suatu hukum (Islam) dengan disertai dalilnya (Al-Qur’an & Hadist Shahih). Orang yang melakukan ittiba’ disebut muttabi’. Sikap seseorang yang menerima suatu hukum dari seorang ‘alim dengan jalan ittiba’ adalah baik dan terpuji, sebab dapat dipertanggungjawabkan. Dalam sebuah hadits shahih dikemukakan “kalian wajib mengikuti sunnahku dan sunnah Khulafa ar-Rasyidin sesudahku”. (HR. Abu Daud)
Ittiba’ sangat dianjurkan karena mendorong seseorang kepada peningkatan ilmu yang akan menghasilkan sikap percaya diri dalam melakukan mu’amalah ataupun ibadahnya. Dan penelitian sumber keterangan serta mendorong orang untuk bersikap korektif dan aktif dalam menerima sesuatu.

2. T A Q L I D
Taqlid menurut bahasa ialah : mengikuti, menurut, atau meniru. Sedangkan menurut istilah fiqih ialah : menurut atau menerima pendapat orang lain tentang suatu hukum agama tanpa mengetahui dalilnya atau landasannya. Orang yang bertaqlid disebut muqallid.
Menerima pendapat orang lain dalam bidang syari’ah Islam dengan cara taqlid, atau membuta tuli tidak dibenarkan oleh Islam. Firman Allah SWT dalam surat Al-Isra : 36, sebagai berikut : ”Dan janganlah kalian mengikuti sesuatu yang kalian tidak memiliki pengetahuan atasnya karena sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan diminta pertanggungjawabannya”
Sikap taqlid buta itu dicela dan dilarang oleh Allah SWT, Rasul-Nya dan sejumlah ulama besar, terbukti dari banyaknya ayat yang mencela sikap tersebut, dan sejumlah ulama telah menandaskan pendirian mereka tentang terlarangnya taqlid.
1. Imam Ahmad mengemukakan dari kitab qaulul mufid karya Imam Syaukani ”janganlah kalian taqlidi seorangpun dalam hal agama”
2. Imam Syafi’i berkata : dalam kitab yang sama sebagai berikut :”bila suatu khabar (hadits Nabi SAW) menyalahi mazhabku maka ikutilah khabar itu dan ketahuilah, itulah mazhabku.
3. Abdullah bin Mu’tamir mengemukakan dari kitab bayanu fadl-lil ’ilmi karya Ibnu Abdil Bar : ”Tidak ada perbedaan antara seekor binatang yang dituntun dengan seseorang yang bertaqlid.

Secara bahasa antara taqlid dan ittiba’ terdapat persamaan, tetapi setelah menjadi istilah fiqih ternyata berbeda. Taqlid dicela karena mengakibatkan kebekuan dan membelenggu fikiran, sedangkan ittiba’ terpuji karena mendorong orang untuk melakukan sesuatu dengan dasar atau dalil yang jelas.
Oleh :
Eko Tristiono

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: