• TRISTIONOs Calendar

    April 2010
    M T W T F S S
    « Mar   Dec »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    2627282930  
  • tYo’s File Archive

  • tYo's File Categories

  • tYo’s Music

    @import url(http://beemp3.com/player/embed.css);
    Celine Dion - The Power Of Love
    Found at bee mp3 search engine

Mahfud MD : Hukum Mati (para) Koruptor

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof Mahfud MD berpendapat, koruptor itu perlu diberi hukuman mati karena upaya membongkar kasus korupsi ternyata tidak mengurangi korupsi. “Kasus korupsi itu sudah berkali-kali dibongkar, tapi korupsi tetap saja ada karena itu sebaiknya ada perbaikan sistem,” katanya setelah berbicara dalam seminar di Gedung PWNU Jatim, Kamis.

Di sela-sela seminar untuk memperingati 100 hari wafatnya mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu, mantan Menhan di era Gus Dur tersebut mengusulkan dua sistem yang diperlukan untuk “menghabisi” korupsi. “Sistemnya, jatuhkan hukuman mati kepada koruptor dan buka peluang UU Pembuktian Terbalik untuk kasus korupsi, tapi UU itu memang harus diberlakukan secara hati-hati,” katanya.

Menurut mantan birokrat, legislator, dan sekarang memimpin lembaga yudikatif (MK) itu, sistem pembuktian terbalik memang harus diberlakukan dengan ekstra hati-hati agar tidak jadi alat memeras. “Kalau tidak hati-hati, sistem pembuktian terbalik itu akan dapat dijadikan alat memeras oleh penegak hukum, karena tersangka korupsi takut mati,” katanya.

Namun, katanya, sistem pembuktian terbalik dapat dilakukan dengan sederhana, misalnya gaji seseorang pejabat adalah Rp10 juta per bulan, maka dalam dua tahun hanya Rp240 juta. “Kalau dalam dua tahun ternyata dia memiliki uang Rp20 miliar, maka dia diminta untuk membuktikan asal-usul uang itu dalam 2-3 bulan dan bila tidak mampu memberikan bukti akan dijatuhi hukuman mati,” katanya.

Dalam seminar itu, Mahfud MD sempat menyinggung kasus staf Ditjen Pajak yang menggelapkan uang Rp28 miliar sebagai koruptor yang tidak sendirian di institusi perpajakan. “Di atas golongan Gayus (III-A) ada banyak mantan pejabat yang rata-rata memiliki uang Rp7 miliar, bahkan ada pejabat perpajakan yang memiliki uang Rp49 miliar yang disebut sebagai uang hibah. Hibah itu biasanya ‘kan untuk masjid, tapi itu untuk pejabat,” katanya.

Seminar itu juga menampilkan KH Sholahuddin Wahid (Gus Sholah) yang merupakan adik kandung Gus Dur dan Pdt Simon Filantropha. Seminar diawali dengan istighasah, yasin, dan tahlil. (republika.co.id)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: