• TRISTIONOs Calendar

    October 2011
    M T W T F S S
    « Feb    
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • tYo’s File Archive

  • tYo's File Categories

  • tYo’s Music

    @import url(http://beemp3.com/player/embed.css);
    Celine Dion - The Power Of Love
    Found at bee mp3 search engine

Berbagi Info Fotografi

From : http://www.motoyuk.com/2009/09/09/klub-foto-week-1-apperture/?utm_source=BlogGlue_network&utm_medium=BlogGlue_Plugin

Hari ini kebetulan adalah pertemuan pertama. Di pertemuan pertama ini aku share mengenai penggunaan apperture. Seperti mungkin sebagian besar sudah paham bahwa fotografi bergantung pada exposure. Exposure sendiri bergantung pada 3 variabel :

  1. Apperture : menyatakan seberapa besar bukaan pada lensa. Apperture besar (misalnya f2.8) menyalurkan lebih banyak cahaya pada sensor kamera. Sedangkan apperture kecil (misalnya f11) membuat sensor butuh waktu lebih lama (shutter speed panjang) agar memperoleh jumlah cahaya yang sama.
  2. Shutter speed : menyatakan berapa lama kita mau membiarkan cahaya masuk melalui lensa dan mengenai sensor. Berapa banyak cahaya yang masuk tentunya tergantung dari apperture yang dipilih. Shutter speed yang lambat adalah penyebab paling sering foto kabur / goyang. Sebagai rule-of-thumb shutter speed yang dibutuhkan adalah lebih cepat dari 1/60 seconds, atau lebih cepat dari 1/focal length yang digunakan. Jadi misalnya kita menggunakan focal length 18mm maka shutter speed yang kita butuhkan paling tidak 1/60 seconds. Tapi dengan focal length 100mm maka paling tidak kita membutuhkan 1/100 seconds.
  3. ISO / ASA : menyatakan sensitifitas dari sensor. Makin tinggi angka ISO maka sensor akan makin sensitif, diberi cahaya sedikit saja sudah cukup. Dengan mempertinggi ISO maka kita bisa memperoleh shutter speed yang lebih cepat (dan dengan demikian gambar tidak goyang). Tetapi drawback nya adalah dengan ISO yang makin tinggi maka noise akan makin terlihat.

Minggu ini kebetulan klub foto-ku membahas mengenai apperture. Apperture yang berbeda memberikan efek yang berbeda karena adanya depth-of-field (DOF) yang berbeda. DOF adalah ruang tajam (area di foto yang masih tajam/tidak blur) yang terbentuk dari penggunaan apperture dan focal length tertentu.

Apperture besar (misalnya 2.8) secara umum memiliki DOF yang sempit. Sedangkan apperture kecil (misalnya f8) memiliki DOF yang lebih lebar. Untuk memahaminya lihat gambar dibawah ini :

sample 001 Klub Foto – Week 1 – AppertureF2.8 – 55mm

sample 002 Klub Foto – Week 1 – AppertureF4 – 55mm

sample 003 Klub Foto – Week 1 – Apperturef8 – 55mm

Bisa kita lihat bahwa pada f2.8 bagian yang tajam hanya sedikit, sedangkan pada f8 terlihat bahwa pensil yang tajam makin banyak.

Tentunya focal length yang berbeda menghasilkan ruang tajam yang berbeda pula. Lensa tele cenderung memiliki ruang tajam yang lebih sempit pada apperture yang sama. Coba praktekkan dan kamu akan melihat bedanya.

Aplikasi dari apperture

Jika kamu mau memotret pemandangan alam, maka kamu akan berusaha memaksimalkan ruang tajam yang ada. Oleh sebab itu penggunaan apperture kecil (misalnya f8, f11 atau bahkan f22) lebih tepat.

Fajar menjelang di Sanur (17mm | f11 | 1/2 secs | ISO200 | EV-1)

Fajar menjelang di Sanur (17mm | f11 | 1/2 secs | ISO200 | EV-1)

Jika kamu mau memotret model / orang dan ingin membuat dimensi dengan cara mengaburkan background yang ada, maka lebih baik gunakan apperture besar (misalnya f2.8 atau bahkan f1.2). Hal ini akan membuat obyek yang di foto terasa separasinya dengan backgroundnya.

Belai angin (200mm | f4 | 1/1000 secs | ISO 200 | EV0)

Belai angin (200mm | f4 | 1/1000 secs | ISO 200 | EV0)

DOF yang sempit akan membuat background tampak blur, sangat cocok untuk model photography. Kemampuan membuat background blur adalah kombinasi dari :

  • Sensor kamera : makin besar sensor kamera maka DOF akan makin sempit dan background blur makin mudah diperoleh. Itu sebabnya kamera pocket (yang sensornya sangat kecil dibandingkan DSLR) sulit sekali memperoleh background blur.
  • Apperture : makin besar apperture maka background blur akan makin mudah diperoleh
  • Focal length : makin tele (misalnya 85mm ke atas) maka membuat background blur akan relatif akan makin mudah
  • Jarak antara obyek dan background : apabila jaraknya makin jauh maka background blur juga akan makin mudah diperoleh

Mengkombinasikan ke empat variabel diatas butuh pengalaman tentunya. Jadi sering seringlah mencoba berbagai alternatif pemotretan.

Selamat belajar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: